Pages

Subscribe:

Social Icons

Social Icons

Featured Posts

Loading...

Rabu, 28 November 2012

Contoh Narasi Wawancara - Taekwondo


Selasa, 11 Oktober 2011. Kami mewawancarai salah satu atlet takewondo Ogan Ilir yaitu Apriwan Diantoni. Dari hasil wawancara, kami mendapatkan banyak informasi tentang kehidupan beliau. Beliau baru saja mengikuti POPNAS di Pekan Baru- Riau. Beliau mengikut Olahraga takewondo sejak beliau umur 8 tahun. Salah satu faktor yang mempengaruhi  beliau untuk mengikuti takewondo adalah lingkungan sekitar, karena beliau mengikuti takewondo berawal dari ajakan temannya dan lingkungan sekitar.
Dari beliau kami juga mendapatkan informasi bahwa perkembangan takewondo di Indralaya masih harus di perbaiki dan cukup baik. Beliau juga menyarankan agar sarana dan prasarana harus di tingkatkan. Beliau juga sudah banyak menorehkan prestasi nya terhadap perkembangan takewondo di Ogan Ilir khususnya. Beliau pernah mendapatkan mendali perungu pada kejuaraan nasional di Malang, dan masih banyak yang lain.
Beliau juga menceritakan bahwa beliau tidak bisa mengikuti Sea Games di Indonesia pada tahun 2011 ini di karenakan beliau masih Junior. Junior dan Senior di dalam takewondo di bedakan berdasarkan prestasi yang telah di raih dan umur. Umur juga sangat menentukan apakah seseorang sudah menjadi senior ataupun junior. Beliau saat ini sedang berumur 17 tahun dan masih termasuk Atlet Junior. Beliau juga pernah mengalami cidera di antaranya pada saat mengikuti kejuaraan Open Tournament di Padang yang mengakibatkan beliau cidera cukup parah pada bagian paha paling kanan.
Hal yang cukup membanggakan dari beliau adalah beliau salah satu siswa SMA Olahraga Negeri Sriwijaya, yang di biayai oleh pemerintah, dan tidak sembarang orang bisa masuk ke sekolah tersebut. Beliau sekarang berada di kelas 2 SMA . Beliau menceritakan baha untuk memasuki sekolah tersebut cukup susah karena banyak saingan untuk memasuki sekolah tersebut. Beliau juga menambahkan bahwa sekolah tersebut sama seperti sekolah biasa, sistem belajarnya pun sama, yang membedakan adalah sekolah tersebut lebih cenderung membentuk atlet-atlet yang berkualitas dan jam olahraganya lebih banyak. Beliau mengatakan bahwa beliau sangat merasa bangga bisa masuk sekolah tersebut, dan bisa membanggakan kedua orang tua. Namun tak bisa di pungkiri juga bahwa ada juga banyak kekurangan dari segi makanan, dll. Beliau juga sangat berterima kasih kepada kedua orantuanya yang selalu mendukungnya dan selalu memotivasinya dalam segala hal.

Beliau sangat bahagia bisa mengikuti olahraga takewondo karena banyak mendapatkan teman baru, pengalaman,dan membanggakan kedua orang tuanya. Beliau juga menyarankan untuk kepada para atlet takewondo yang masih muda terus lah berjuang dan berusaha, jangan pantang menyerah. Agar kita mampu menjadi juara pada tingkat Nasional.

Made by : Dwi Riski Tyani
Source : http://dwiriskityani.blogspot.com/2011/12/contoh-narasi-wawancara.html

0 komentar:

Poskan Komentar